Selasa, 22 November 2011

garuda bandung


IM Gandeng Muba Hangtuah

Menghadapi kompetisi IBL musim 2009 Indonesia Muda menggebrak dengan menggandeng tim juara kobatama musim lalu, Muba Hangtuah. Kedua klub ini memutuskan untuk merger agar dapat lebih kompetitif dalam mengarungi kompetisi IBL musim depan. Dari kubu Hangtuah, setelah musim lalu sukses menjuarai Kobatama, mereka sangat berhasrat untuk mencicipi kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Sayangnya, IBL hanya mengijinkan tim yang sukses menjuarai Kobatama dua kali berturut-turut yang dapat naik kelas. Tak sabar menanti, Muba Hangtuah memutuskan untuk menggandeng Indonesia Muda.
Menurut manajer Muba Hangtuah, Fery Jufri, pilihan ini menguntungkan kedua belah pihak. Menurutnya, IM sedang membutuhkan partner untuk memperkuat tim menghadapi IBL musim depan. Sedangkan Muba Hangtuah mencari kompetisi yang lebih stabil daripada Kobatama. Kompetisi Kobatama sendiri untuk tahun 2008 ini belum jelas kepastian penyelenggaraannya. Hanya saja, proses merger ini masih menyisakan pekerjaan bagi manajemen kedua tim. Mulai nama tim baru, komposisi pemain, serta home base yang akan dipakai.

Polemik di Tubuh Garuda

Kebijakan manajemen Garuda Bandung merombak susunan tim kepelatihan membawa dampak negatif bagi tim asal kota kembang tersebut. Hal ini tercermin dari absennya asisten pelatih Johannis Winar atau yang akrab disapa Ahang dalam beberapa kali latihan. Rumor yang berkembang, tindakan indisipliner Ahang ini disebabkan dirinya merasa dilangkahi dalam proses pergantian pelatih yang dilakukan oleh manajemen. Dia yang musim lalu bersama pelatih kepala Rastafari Horongbala berhasil membawa Garuda menjadi finalis Indonesian Basketball League (IBL) itu merasa semestinya layak duduk di jabatan pelatih kepala. Seperti diketahui menghadapai kompetisi IBL musim depan manajemen Garuda mengubah komposisi tim pelatih. Pelatih kepala musim lalu, Rastafari Horongbala dipromosikan ke posisi advisor. Sedangkan jabatan pelatih kepala diduduki oleh Raoul Miguel.
Ditanya soal masalah tersebut, Rastafari menyatakan bahwa Ahang memang sudah keluar dari Garuda. Kerancuan terjadi ketika Simon Pasaribu, Manajer Garuda mengeluarkan pernyataan yang berbeda. Simon menyatakan, “Sementara ini, dia (Ahang) masih menjadi bagian Garuda. Dalam dua hari ini kami masih membicarakan posisinya.” Dia tidak mau berandai-andai soal kemungkinan bertahan lebih besar atau tidak. Sementara itu, Ahang yang dimintai komentar justru tidak mau berkomentar banyak mengenai permasalahan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar